Inspiratif! Pemuda Wonoharjo Pangandaran Rintis Peternakan Jangkrik

Gaes! kalian pasti tahu tentang Jangkrik. Serangga yang satu ini memiliki ciri khas tersendiri, yaitu memiliki rupa dan sayap yang elok. Bahkan untuk jangkrik jantan sayapnya bisa menghasilkan suara yang unik, “Krik…. krik…. krik”. Bagaikan gesekan biola atau kecapi yang melankolis. Awas Baper!

Jangkrik | Source: gresik.co

Setiap spesies jangkrik memiliki corak dan suara khas, dari sanalah orang Pangandaran mengenal beberapa macam jenis jangkrik. Diantaranya yang terkenal adalah Jelabrang, Cliring, Jlobudur, Clikitet dan Kalung. Menurut mimin yang memiliki corak dan suara yang sangat epic adalah jangkrik kalung dan jalabarang, lebih khusus lagi jelabrang China.

Pada zaman baheula banyak anak muda di daerah Pangandaran terutama Purbahayu, Babakan, Parigi dan beberapa daerah lainnya, yang menangkap jangkrik di sawah pada malam hari. Hasil tangkapan jangkrik yang di dapat kadang di jual ke sesama teman atau di bawa ke rumah. Biasanya jangkrik-jangkrik tersebut ditempatkan dalam sebuah kandang khusus terbuat dari potongan-potongan bambu, lalu disimpan di dalam rumah. Nah pada saat jangkrik menggesekan sayap-sayapnya, akan terdengar alunan merdu suara jangkrik di rumah tersebut. Gaes! konon katanya suara jangkrik dapat mengusir hama tikus di rumah… bisa di coba Gaes… wk wk wk.

Kandang Jangkrik dari anyaman bambu

Gaes! Namun ada yang berbeda ketika seseorang melihat jangkrik. Dialah seroang pemuda yang berada di Wonoharjo Pangandaran, ia melihat jangkrik bukan hanya sekedar dari segi estetik, namun ia melihat jangkrik sebagai sebuah produk komoditi yang memiliki nilai jual tinggi, dan memiliki pemasaran yang potensial di Pangandaran. Pemuda bernama Budi Suryadi itupun melakukan serangkaian eksperimen untuk bisa mengembangkbiakan atau membudidayakan jangkrik. Alhasil berkat pengetahuan, keuletan dan kerja kerasnya, kini ia berhasil membuat peternakan jangkrik dengan hasil yang lumayan menguntungkan.

“Alhamdulillah..sudh masuk masa produksi lgii bos.
Jangkrikk siap edarr area terdekat.
InsyaAlloh tiap minggu Ready..” tulisnya di FB

Itulah salah satu cara pemasaran yang dilakukan oleh pemuda berumur 20-an tahun ini. Ia menjadikan media online seperti FB untuk pemasaran produknya, tanpa mengenyampingkan penjualan langsung ke konsumen yang dekat secara langsung. Para pecinta burung kicau tentu sangat terbantu sekali dengan produksi jangkrik yang dihasilkan Budi. Sehingga setelah tiba masa produksi, selalu terjual habis.

Peternakan Jangkrik Milik Budi di Wonoharjo-Pangandaran

Ia mengaku akhir-akhir ini ia melakukan percobaan alias eksperimen kecil-kecilan, tentang produk yang di incar oleh para pencinta burung kicau, yaitu pakannya. Berkat upaya dan kerja kerasnya itulah kini ia bisa membudidayakan alias menenarkan jangkrik dari 0 sampai layak jual. Kemampuan Budi tentu bukan hanya beternak jangkrik, ia juga mengaku bahwa kini ia bisa pula ternak komoditi pakan burung lainnya seperti, ulat thokong dan semut rangrang dari 0 sampai produksi.

Menurutnya untuk ternak jangkrik memerlukan waktu sekitar 30 harian atau sebulan, dari sejak telor menetas sampai produksi. Sedangkan ulat thokong perlu waktu yang cukup lama yaitu sekitar 2 bulan, baru ulat tersebut siap dipanen. Berbeda halnya dengan semut rangrang, ini hanya memerlukan waktu yang lebih singkat yaitu hanya 20 sampai 25 hari saja untuk siap di panen.

Di kampungnya, Budi dikenal sebagai sosok pemuda yang rajin dalam bekerja juga selalu giat ber-inovasi, tidak gengsian, yap.. salah satunya adalah peternakan jangkrik yang ia rintis kini. Mimin rasa dia sangat cocok untuk jadi salah satu motivasi bagi kalean yang lagi down atau belum move on Gaes!, tentunya ini juga motivasi bagi mimin sendiri. Bahwa sebagai seseorang manusia….. ya harus giat bekerja dan kreatif, serta memaksimalkan apa yang kita bisa untuk hal-hal yang positif. Saling memberi motivasi itu penting kan Gaes? …. Sip lah.

Yuk bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hubungi Kami Sekarang

Any Question? Click link below to chat with our Travel Consultant.

Customer Service - Tour

Eka Aryanto

Online

Eka Aryanto

Hallo, Bisa Saya Bantu? 00.00