Siduru (Geni), Cara Tradisional Warga Pangandaran Hangatkan Badan saat Suhu Dingin

Gaes, Bagaimana kabarnya? Memasuki musim kemarau ini,  suhu di Pangandaran terasa sangat dingin sekali. AccuWeather.com merilis data suhu di Pangandaran, pada pagi hari berada diantara 19⁰-21⁰ Celcius. Dengan suhu seperti itu bagi daerah rendah pesisir pantai Pangandaran, tentu akan terasa sangat dingin. Perlu kita tahu nih, bahwa suhu rata-rata ketika suhu Pangandaran terasa sejuk dan fresh, itu berada di kisaran 26⁰ – 28⁰ C.  Nah beberapa waktu lalu ketika musim penghujan, suhu Pangandaran pada siang hari pernah mencapai  34⁰ C bahkan lebih, sehingga suhu terasa panas dan gerah.

Oke Gaes, berhubung bulan Juli-September adalah musim kemarau, maka suhu dingin akan sering dirasakan warga Pangandaran pada beberepa bulan ke depan. Mulai dari yang agak dingin pada sore hari, hingga dingin sekali pada pagi hari.

Bagaimana Orang Pangandaran Menghangatkan Badan, saat Dingin?

Ini Gaes, yang bakalan mimin sampaikan kepada kamu semua. Bahwa di Pangandaran ada tradisi yang sudah melekat secara turun temurun, tentang bagaimana cara menghangatkan badan saat dingin, saat memasuki musim kemarau. Kemarau sendiri di Pangandaran dikenal dengan istilah bahasa Sunda, yaitu Halodo. Halodo Panjang berarti masa kemarau yang lama biasanya mencapai 6 bulan lamanya. Namun hikmahnya bagi nelayan, masa ini adalah masa panen. Dimana ikan-ikan dalam dan jauh di perairan yang tak tahan merasakan dinginnya suhu, akan muncul ke permukaan dan mendekat ke pinggir. Sehingga nelayan akan dengan mudah menangkapnya.

Saat halodo, maka suhu udara akan terasa sangat dingin. Untuk mengahangatkan badan saat suhu dingin tersebut, dilakukanlah Siduru. Kata-kata siduru mungkin nggak asing bagi masyarakat di tatar Sunda, namun bagi masyarakat Indonesia yang berbahasa daerah lain, tentu kata-kata ini sangat asing. Maka dari itu, menurut mimin perlu ada penjelasan yang singkat dari pakarnya,… eh dari mimin, he he he.

Pengertian Siduru

Siduru adalah sebuah istilah dalam bahasa Sunda yang berarti menghangatkan tubuh di depan perapian. Siduru biasanya dilakukan di depan api unggun atau di depan hawu (tungku perapian untuk memasak bagi warga kampung jaman dulu). Selain siduru di istilah ini juga dikenal dengan nama Geni. Pengertian Geni dan Siduru adalah sama, jika siduru berasal dari bahasa Sunda sedang Geni berasal dari bahasa Jawa. Mengingat bahwa warga Pangandaran di dominasi oleh orang Jawa dan Sunda. Sehingga kedua istilah ini melekat berdampingan saat dingin. Jadinya hangat….

Saat siduru atau juga dikenal dengan sideang untuk mengahangatkan badan, tentu tidak hanya sekedar supaya hangat. Aktivitas ini akan terasa sangat hidup dan hangat, jika dilakukan secara bersama, misalnya dengan keluarga atau teman-teman, jalinan silaturahmi dan persahabatan jadi semakin erat. Bagi kalian yang suka camping, tentu ingat banget saat merasakan bagaimana keseruan bersama, saat berada di depan api unggun, jadi ingat waktu pramuka ya…. Kapan kita camping nih…?

Camping bersama Go Pangandaran di Pantai

Siduru juga akan terasa lengkap jika disajikan makanan dan minuman yang serba hangat. Kopi, ini minuman yang mungkin wajib ada saat siduru. Terus untuk makananya, enaknya yang dibakar. Jadi sambil kita geni/siduru, juga sembari bakar ikan atau bakar singkong. Terus kalo sudah matang, siap disantap deh,,,, dijamin rasa dingin bakalan “bablas dingine”

Larangan Saat Siduru

Karena yang mimin bahas Siduru/geni sebagai sebuah tradisi warga Pangandaran saat menghangatkan badan. Maka tentu ada larangan-larangan yang harus dihindari saat kita siduru di depan api. Menurut orang tua, berikut adalah larangan-larangan yang harus dihindari saat siduru;

1. Tidak boleh sambil ngais budak,

Ngais budak berarti menggendong anak, ini adalah larangan yang tidak boleh dilanggar saat kita siduru. Konon menurut orang tua, larangan ini ada berdasarkan pengalaman pada zaman dulu, yaitu ada seseorang yang sedang siduru sambil gendong anak, anaknya lepas, dan jatuh ke perapaian. Ingat itu gaes!

2. Tidak boleh sambil ngantuk

Siduru adalah aktivitas yang dilakukan di depan api, sehingga perlu fokus. Karena jika lengah sedikit saja, hal yang tidak diinginkan bisa terjadi. Ingat ya… jangan sambil ngantuk!

Itu sih yang paling inti, jadi sebenarnya saat siduru yang harus dilakukan adalah hati-hati, becarefull. So mimin juga tahu sobat sudah jauh lebih paham… he he he.

Nah itulah Gaes!, sesuatu yang mimin tulis, ya harapan mimin sih ini bisa menjadi sebuah informasi positif dan juga bisa menghangatkan suasana dingin kalian saat ini. Kalo mau lebih hangat lagi, kayaknya kalean mesti camping bareng Go Pangandaran. Campingnya di Pantai Madasari, wah itu mah mantabs abis Gaes!  Yuk…

Yuk bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hubungi Kami Sekarang

Any Question? Click link below to chat with our Travel Consultant.

Customer Service - Tour

Eka Aryanto

Online

Eka Aryanto

Hallo, Bisa Saya Bantu? 00.00